Keistimewaan Wanita
Assalamualaikum Wrohmatullahi Wabarakatuh Shalihah.
Hari ini marilah kita sama-sama mendengarkan sebuah kisah tentang wanita istimewa, wanita yang luar biasa, yang bahkan disebutkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam diantara 4: ada Khadijah Radhiyallahu ‘Anha, ada Fatimah Radhiyallahu ‘Anha, ada Maryam, dan inilah yang akan kita ceritakan pada hari ini yaitu kisah mengenai Asiah.
Sang suami yang sangat mencintai Asiah tentu saja mau mendengarkan perkataan istri yang dicintainya itu. Maka bayi kecil yang bernama Nabi Musa’Alaihi Sallam itu pun pada akhirnya berada dibawah pengasuhan Asiah istri Fir’aun.
Musa tumbuh menjadi seorang pemuda yang ternyata juga taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu pula dengan Asiah. Asiah secara diam-diam terus menyembah bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ternyata kalimat tersebut didengar oleh banyak orang. Dan anak kecil tersebut melaporkannya kepada Fir’aun. Begitu pula dengan algojo-algojo yang mendengar. Dan Fir’aun pun menjadi murka karena ternyata selama ini sang istri yang sangat dicintainya ini lebih menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tuhannya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukanlah Fir’aun.
Hari ini marilah kita sama-sama mendengarkan sebuah kisah tentang wanita istimewa, wanita yang luar biasa, yang bahkan disebutkan oleh Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam diantara 4: ada Khadijah Radhiyallahu ‘Anha, ada Fatimah Radhiyallahu ‘Anha, ada Maryam, dan inilah yang akan kita ceritakan pada hari ini yaitu kisah mengenai Asiah.
Kisah Mengenai Asiah
Istri dari Fir’aun
Seorang raja yang dzolim, lalim. Seorang raja yang luar biasa kejamnya. Memiliki seorang istri bernama Asiah binti Muzahim atau sering kita panggil dengan sebutan Asiah saja. Ketika itu sang raja Fir’aun sebenarnya memiliki satu orang istri namun kemudian istri tersebut meninggal.
Sementara dilain sisi dikota Mesir ada seorang wanita yang cantik jelita, dari keturunan keluarga Imron, keluarga yang baik-baik, yang terhormat, yang mencintai Allah, bernama Asiah. Ketika mendengar kecantikan dan keelokan dari Asiah maka Fir’aun pun ingin melamar dan menikahi seorang wanita bernama Asiah tersebut. Dan kemudian apa yang terjadi ketika Fir’aun mengirim utusan untuk melamar Asiah untuk menjadi istri Fir’aun?. Tentu saja Asiah menolaknya mentah-mentah dengan mengatakan:“Kenapa harus dengan Fir’aun?.Fir’aun adalah raja yang kejam, raja yang luar biasa jahatnya, senantiasa menyiksa orang-orang banyak”. Tentu saja Asiah sang wanita shalihah ini tidak mau.
Namun ketika Fir’aun mendengar penolakan dari Asiah tersebut murkalah dirinya dan kemudian ia memanggil para algojo-algojonya untuk menangkap kedua orang tua dari Asiah. Lalu Asiah diberi ancaman oleh Fir’aun: “Kalau engkau tidak mau menikah denganku, maka aku akan jebloskan kedua orangtuamu dipenjara dan bahkan aku akan membunuh mereka”, kata Fir’aun. Mendengar hal tersebut Asiah pun pada akhirnya memberikan syarat kepada Fir’aun: “Boleh saja engkau menikahiku. Asal engkau membebaskan kedua orang tuaku, memperlakukannya dengan baik, dan memberikan aku tempat tinggal yang baik”.Dan pada akhirnya Asiah pun menerima lamaran dari Fir’aun untuk orang tuanya dibebaskan dari penjara.
Pernikahan antara keduanya, ternyata Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyelamatkan karena Asiah ini benar-benar tidak pernah disentuh sama sekali oleh Fir’aun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan jin yang menyerupai Asiah untuk bisa bersama-sama dengan Fir’aun sehingga Asiah menjadi wanita yang sangat suci belum pernah tersentuh sama sekali.
Asiah tetap dengan keimanannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sampai pada satu ketika, ketika Asiah sedang bersama dayang-dayangnya di sekitar sungai di tepi sungai. Ia melihat ada keranjang yang berisi bayi yang sedang menangis. Kemudian Asiah membuka keranjang tersebut dan melihat betapa luar biasanya jatuh cintanya ia terhadap bayi tersebut. Dan kemudian ia meminta izin kepada sang suami bahwa ia ingin sekali mengasuh dan membesarkan anak bayi laki-laki ini.
Di zaman itu, di zaman Fir’aun dikerajaan Mesir ketika itu seluruh anak laki-laki harus di bunuh hidup-hidup. Karena ketika itu seorang peramal mengatakan kepada Fir’aun: “Ketika engkau tidak membunuh anak laki-laki, maka akan ada anak laki-laki yang akan menggulingkan kerajaanmu”. Maka Fir’aun membunuh seluruh anak laki-laki yang berada di Mesir kecuali anak tersebut.
Asiah pun dengan lemah lembut dan mengatakan meminta belas kasihan dari sang suami bahwa:“Ia ingin sekali mengasuh bayi tersebut. Jangan dibunuh. Bisa saja ini menumbuhkan kasih sayang antara engkau kepada anak ini dan aku kepada anak ini. Tolonglah selamatkan anak ini. Biar aku yang mengasuhnya”, kata sang istri Asiah. Dengan meminta belas kasih dari sang suami.
Sang suami yang sangat mencintai Asiah tentu saja mau mendengarkan perkataan istri yang dicintainya itu. Maka bayi kecil yang bernama Nabi Musa’Alaihi Sallam itu pun pada akhirnya berada dibawah pengasuhan Asiah istri Fir’aun.
Musa tumbuh menjadi seorang pemuda yang ternyata juga taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala begitu pula dengan Asiah. Asiah secara diam-diam terus menyembah bermunajat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Namun di satu ketika, ketika Asiah sedang menyisiri seorang anak gadis yang masih kecil kemudian sisir tersebut terjatuh lalu Asiah mengatakan: “Celakah Fir’aun yang tidak menyembah Allah Yang Maha Esa”. Sang anak kecil perempun tersebut mengatakan: “Wahai ibu, apa yang engkau katakan?, bukankah Tuhan kita adalah Fir’aun, tidak ada Tuhan lain selain Fir’aun”. Lalu apa kata Asiah?: “Tidak!. Tuhan sejatinya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan Fir’aun”.
Ternyata kalimat tersebut didengar oleh banyak orang. Dan anak kecil tersebut melaporkannya kepada Fir’aun. Begitu pula dengan algojo-algojo yang mendengar. Dan Fir’aun pun menjadi murka karena ternyata selama ini sang istri yang sangat dicintainya ini lebih menyembah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tuhannya adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukanlah Fir’aun.
Maka Fir’aun pun mengatakan kepada Asiah: “Wahai Asiah, katakan Tuhanmu adalah aku, aku adalah Tuhan, tiada Tuhan selain aku”, kata Fir’aun. Apa kata Asiah?: “Tidak!. Tuhanku adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, aku hanya menyembah, bermunajat hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala”. Terus diancam, terus dipaksa untuk mengatakan ‘Tuhan adalah Fir’aun’.
Namun Asiah tetap teguh dengan pendiriannnya sampai Asiah akhirnya dikatakan oleh Fir’aun: “Kalau engkau tidak mau mengakui aku adalah Tuhanmu wahai istri yang aku cintai, maka aku akan membiarkan engkau mati dengan cara aku paku engkau, aku siksa engkau diatas tanah yang tandus, dibawah terik matahari supaya engkau mati disana”. Lalu apa yang dilakukan oleh Asiah tetap bertahan teguh pendiriannya dengan mengatakan: “Tidak!. Terserah engkau mau melakukan apapun wahai Fir’aun, sudah cukup!, aku ingin mengatakan kepada banyak orang Tuhanku adalah Allah Subhanahu Wa Ta’ala”, kata Asiah.
Maka sudahlah murka luar biasa Fir’aun tersebut sehingga algojo-algojo diperintahkan oleh Fir’aun untuk mengambil Asiah, menarik dan menyeretnya untuk menuju ke tanah tandus yang sangat panas dan dipakukan tangan kanannya, tangan kirinya, kakinya, punggungnya. Diatas sebuah tombak, diatas sebuah kayu dan kemudian dijemur dengan terik matahari.
Apa yang dilakukan Asiah?. Asiah menangis?. Tidak! Justru Asiah tersenyum. Hal ini membuat Fir’aun semakin terheran-heran mendengar dan melihat apa yang ia saksikan dalam istrinya tersebut. Lalu apa yang dibisikkan oleh Asiah: “Wahai Tuhanku, selamatkanlah aku wahai Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan buatkanlah aku rumah didalam syurgamu ya Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun wahai Allah Subhanahu Wa Ta’ala”.
Lihat doa seorang wanita istimewa, doa seorang wanita shalihah, yang teguh memegang pendiriannya, maka diakhir hayatnya Allah mengambil ruh tersebut dengan malaikat maut dan sang Asiah ini pun pada akhirnya meninggal dunia kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan keadaan tersenyum.
Dari kisah Asiah kita bisa mendapatkan pelajaran. Peran sebagai seorang istri taat tapi tidak taat kepada suami yang semacam itu. Peran sebagai seorang ibu yang luar biasa bagaimana mendidik Nabi Musa ‘Alaihi Sallam, menyayangi Nabi Musa‘Alaihi Sallam dengan luar biasa. Dan peran sebagai seorang hamba Allah Subhanahu Wa Ta’alayang akidahnya kokoh dan kuat. Hingga ini menjadi pelajaran untuk kita jangan sekali-kali engkau menggadaikan akidahmu hanya karena oranglain saja.
Mudah-mudahan kisah ini menjadi pembelajaran untuk kita semua. Asiah salah satu penghuni syurga yang kita bisa teladani kisahnya. In shaa Allah. Aamin.
Ayat Al-Qur’an Tentang Wanita Itu Istimewa
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang di inginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang.Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.”(QS. Ali-Imran: 14)
Hadits Tentang Wanita itu Istimewa
“Aku diberi rasa cinta dari dunia terhadap para wanita dan wewangian dan dijadikan penyejuk mataku ada di dalam shalat.”(HR. Ahmad)
Telah dijadikan indah pada pandangan manusia apa saja yang dia inginkan yaitu yang pertama wanita-wanita. Apa keistimewaan wanita?. Apa keistimewaan Hawa‘Alaiha Sallam?
Ketika Nabi Adam ‘Alaihi Sallam selesai diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Nabi Adam ‘Alaihi Sallam duduk termenung sambil melihat malaikat-malaikat yang banyak, sambil melihat makhluk-makhluk lain yang sedang berkomunikasi, sedang bermain-main dengan makhluk lainnya dengan teman-temannya. Sedangkan Nabi Adam ‘Alaihi Sallam sendirian, jomblo. Akhirnya Nabi Adam ‘Alaihi Sallammeminta kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Ya Allah,aku ini kesepian sendirian”. Nabi Adam‘Alaihi Sallam pun tertidur. Setelah tertidur Nabi Adam ‘Alaihi Sallam bangun. Ketika itu dia melihat didepannya sudah ada Hawa‘Alaiha Sallam.
Apa hikmah yang dapat kita petik dari kisah tersebut?, yaitu :
Apa hikmah yang dapat kita petik dari kisah tersebut?, yaitu :
- Wanita adalah sesuatu yang istimewa, yang Allah Subhanahu Wa Ta’alaciptakan dari doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Adam‘Alaihi Sallam.
- Wanita adalah hadiah, oleh karena itu perlakukanlah wanita selayaknya dia hadiah. Oleh karena itu hai wanita berlakulah dirimu selayaknya engkau adalah hadiah. Engkau adalah hadiah bagi suamimu, jangan menjadi beban bagi suamimu.
- Wanita tercipta dari tulang rusuk yang bengkok. Kalau dipaksa dia akan patah. Ini Islam mengajarkan betapa laki-laki harus lemah lembut dalam menghadapi wanita
Sesungguhnya orang beriman laki-laki dan orang beriman perempuan adalah partner.
Inilah keistimewaan wanita. Wanita ini tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam ‘Alaihi Sallam. Nabi Adam ‘AlaihiSallam tercipta dari tanah, dari benda mati. Sedangkan Hawa ‘Alaiha Sallam tercipta dari tulang rusuknya Nabi Adam ‘Alaihi Sallam yaitu benda hidup. Dan karena itulah Hawa ‘Alaiha Sallam lebih spesial dari Nabi Adam ‘Alaihi Sallam.
Kalau ingin menjadi wanita penghuni syurga belajarlah dari wanita-wanita penghuni syurga. Siapa itu : ?
- Khadijah Radhiyallahu ‘Anha menjadi seorang istri yang menjadi qurrota A’yun atau penyejuk hati, penentram hati penyenang hati bagi suami.
- Kita belajar dari kisah penghuni syurga yang kedua ada Fatimah Radhiyallahu ‘Anha adalah anak yang sangat berbakti kepada kedua orangtuanya dan hidup dalam kesederhanaan.
- Kita belajar dari Asiah istrinya Fir’aun. Bagaimana kokoh dalam menjalankan memegang teguh akidahnya.
- Dan kita belajar dari Siti Maryam Al-Muqaddasah bagaimana ia menjaga kesucian dirinya dan menjadi wanita ahli ibadah.
Ketika ingin memiliki cita-cita untuk menjadi wanita penghuni syurga ikutilah keempat wanita tersebut.In shaa Allah.Aamiin. Mudah-mudahan bermanfaat.

Komentar
Posting Komentar